5 Cara Melatih Anak Disiplin Positif Tanpa Rasa Takut

5 Cara Melatih Anak Disiplin Positif Tanpa Rasa Takut

Jika ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab, orang tua harus mengajarkan sikap disiplin sejak dini. Namun, pastikan cara melatih anak disiplin positif supaya mereka tidak merasa trauma atau tertekan.

Pasalnya, terlalu ketat memberikan aturan atau memberikan hukum fisik justru dapat memengaruhi tumbuh kembang anak ke depannya. Dampaknya anak bisa mudah cemas, penakut, dan kehilangan rasa percaya diri.

Maka dari itu, orang tua perlu menjadi garda terdepan sebagai tempat pendidikan karakter yang aman.

Ditambah dengan pembentukan karakter di sekolah oleh guru profesional, seperti Preschool Kelapa Gading.

Begini Cara Melatih Anak Disiplin Positif

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menanamkan sikap disiplin secara positif kepada anak.

1. Menyusun Jadwal dan Aturan

Sebagai permulaan, Anda bisa menyusun jadwal kegiatan anak mulai dari bangun sampai pergi tidur.

Misalnya, merapikan kasur, gosok gigi, dan sarapan. Hal ini berguna agar anak menjalani kegiatan pada hari itu dengan produktif dan terarah.

Cantumkan pula aturan-aturan yang boleh dan tidak boleh anak lakukan. Misalnya, anak tidak boleh bermain game atau menonton TV sebelum menyelesaikan PR-nya. Lebih baik mengajak anak untuk berdiskusi saat menyusun jadwal ini.

2. Memberikan Contoh

Terkadang, ceramah panjang lebar tidak begitu membantu anak untuk melakukan apa yang sebaiknya dilakukan. Daripada menggunakan kata-kata, sebaiknya orang tua langsung memberi contoh kepada anak.

Hal ini biasanya lebih efektif karena anak cenderung meniru perilaku orang tuanya. Maka dari itu, berusahalah untuk memberikan teladan yang baik.

3. Konsisten dalam Menerapkan Aturan

Tips supaya sikap disiplin dapat terinternalisasi dengan baik pada diri anak, tetapkan aturan yang konsisten alias tidak berubah-ubah.

Pasalnya, anak belajar dari pola kegiatan sebelum itu menjadi kebiasaan. Jika terlalu sering memberikan pengecualian aturan, anak bisa merasa bingung. Namun, aturan ini bisa berubah menyesuaikan pertambahan usia anak.

4. Mengenalkan Konsep Konsekuensi

Cara mengenalkan anak disiplin positif berikutnya yaitu dengan mengajarkan konsep konsekuensi.

Konsekuensi adalah dampak yang anak dapatkan apabila tidak mematuhi aturan. Saat menerapkan konsekuensi ini, orang tua tidak boleh emosional dan melakukan kekerasan fisik.

5. Memberikan Apresiasi

Kebalikan dari konsekuensi, apabila anak berhasil memenuhi jadwal kegiatan hariannya, beri mereka apresiasi.

Apresiasi bisa dalam bentuk pujian maupun hadiah untuk memotivasi mereka agar lebih disiplin ke depannya.

Pengajaran disiplin anak tidak cukup hanya di rumah saja. Pastikan saat di sekolah mereka juga mendapatkan pendidikan karakter serupa. Pilih sekolah yang lingkungan belajarnya memadai dan memiliki tenaga pengajar profesional.

Misalnya, seperti Preschool Kelapa Gading yang merupakan salah satu pilihan sekolah dengan kurikulum berstandar internasional. Selain itu, lingkungan sekolahnya juga mendukung untuk pembelajaran disiplin anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *